Panduan Memilih Gaya Interior Rumah agar Sesuai dengan Kepribadian Pemilik
MYBIGPROPERTY.COM - Rumah bukan cuma tempat untuk tidur, makan, atau menyimpan
barang. Cara kamu memilih warna dinding, bentuk sofa, material lantai, sampai
benda kecil di atas meja bisa menunjukkan selera dan kebiasaan sehari-hari.
Karena itu, memilih gaya interior rumah sebaiknya tidak berhenti pada
pertanyaan, “Desain mana yang sedang populer?”
Coba pikirkan rumah seperti pakaian. Ada desain yang
terlihat cantik di foto, tetapi belum tentu nyaman saat dipakai setiap hari.
Begitu pula dengan interior.
Rumah dengan nuansa serba putih mungkin cocok untuk satu
orang, sementara orang lain lebih betah berada di ruangan penuh warna, tekstur,
dan koleksi pribadi. Supaya rumah terasa dekat dengan pemiliknya, pilihan
desain perlu disesuaikan dengan karakter, aktivitas, dan selera yang memang
kamu sukai.
Kenali Karakter Diri Sebelum Menentukan Gaya Interior
Memilih gaya interior akan lebih mudah kalau kamu mengenali
kebiasaan sendiri terlebih dahulu. Perhatikan bagaimana kamu menggunakan rumah,
barang apa yang sering dipakai, warna apa yang membuat nyaman, serta suasana
seperti apa yang ingin hadir setiap kali berada di dalam ruangan.
Berikut beberapa tip yang bisa kamu coba untuk menentukan
gaya interior yang sesuai dengan kepribadian.
1. Pilih Minimalis jika Kamu Suka Kerapian dan Ruang yang Lega
Orang yang senang melihat permukaan meja tetap bersih dan
barang tersimpan pada tempatnya akan cocok dengan gaya minimalis. Ciri utamanya
bisa terlihat dari furnitur dengan bentuk simpel, warna yang cenderung tenang,
serta jumlah dekorasi yang dipilih dengan cermat.
Untuk menerapkannya, pilih furnitur berdasarkan fungsi.
Sofa, meja, lemari, dan rak sebaiknya memiliki ukuran yang sesuai dengan luas
ruangan sehingga tidak membuat area berjalan menjadi sempit. Gunakan kabinet
tertutup untuk menyimpan barang yang jarang dipakai.
Warna putih, krem, abu-abu, cokelat muda, atau warna kayu
dapat menjadi pilihan dasar. Kamu tetap bisa menambahkan aksen melalui satu
kursi, karpet, lukisan, atau tanaman agar ruangan tidak terlihat kaku.
Baca juga: Beberapa Ide Desain Ruang Keluarga Bergaya Boho
2. Pertimbangkan Scandinavian jika Kamu Suka Suasana Hangat dan Terang
Scandinavian cocok untuk kamu yang menyukai rumah dengan
pencahayaan alami, warna lembut, dan furnitur yang nyaman. Kayu berwarna
terang, kain bertekstur, karpet, serta lampu dengan cahaya hangat dapat
membantu membentuk suasana tersebut.
Jendela sebaiknya tidak terlalu banyak tertutup oleh tirai
tebal. Biarkan cahaya matahari masuk pada siang hari. Untuk furnitur, pilih
bentuk yang praktis dengan detail yang tidak berlebihan.
Kalau rumahmu berukuran tidak terlalu besar, gaya ini juga
bisa membantu menciptakan kesan ruangan yang lapang. Tambahkan tanaman dalam
pot sederhana untuk memberikan sedikit warna hijau.
3. Coba Industrial jika Kamu Suka Karakter yang Tegas
Material seperti beton, besi, bata, dan kayu dapat
memberikan karakter kuat pada sebuah ruangan. Elemen tersebut banyak ditemukan
dalam gaya industrial.
Kamu bisa menggunakan meja dengan kaki besi, rak terbuka,
lampu gantung berbahan logam, atau dinding dengan tekstur semen. Warna hitam,
abu-abu, cokelat, dan warna kayu cukup sering digunakan untuk membentuk nuansa
industrial.
Supaya rumah tidak terasa seperti ruang kerja atau gudang,
imbangi material keras dengan elemen yang lebih nyaman. Sofa berbahan kain,
karpet, bantal, atau tanaman bisa membantu membuat komposisinya lebih seimbang.
4. Pilih Japandi jika Kamu Suka Rumah yang Tenang dan Fungsional
Japandi merupakan gaya interior perpaduan estetika Jepang
dan Scandinavian. Karakternya bisa terlihat melalui furnitur sederhana, warna
alami, material kayu, serta ruangan yang tidak dipenuhi barang.
Pilihan ini cocok untuk kamu yang menyukai suasana tenang
tetapi tetap ingin rumah memiliki fungsi yang praktis. Gunakan furnitur rendah,
rak kayu, warna krem, beige, cokelat muda, atau abu-abu lembut.
Hindari memasukkan terlalu banyak dekorasi sekaligus. Satu
vas keramik, lampu meja, tanaman, atau karya seni berukuran kecil sudah cukup
untuk memberikan aksen.
5. Gunakan Gaya Interior Klasik jika Suka Detail dan Kesan Elegan
Kalau kamu senang dengan furnitur berukuran besar, ukiran,
material berkualitas, serta detail dekoratif, gaya klasik dapat menjadi
pilihan. Karakternya bisa dibangun melalui sofa dengan bentuk tradisional, meja
kayu, lampu gantung, cermin berbingkai, dan ornamen pada dinding.
Warna putih gading, krem, cokelat, emas, atau hijau tua
dapat digunakan sebagai bagian dari palet ruangan. Namun, perhatikan ukuran
furnitur. Sofa atau lemari yang terlalu besar bisa membuat ruang kecil semakin
penuh.
Gaya interior klasik juga tidak selalu berarti rumah harus
dipenuhi ornamen. Pilih beberapa elemen yang benar-benar kamu sukai agar
tampilannya tetap nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
6. Pertimbangkan Bohemian jika Kamu Gemar Bereksperimen dengan Warna dan Motif
Bohemian memberi ruang lebih luas untuk bermain dengan
tekstur, motif, warna, dan benda dekorasi. Karpet bermotif, bantal dengan corak
beragam, tanaman dalam jumlah cukup banyak, keranjang anyaman, serta kain
dekoratif dapat menjadi bagian dari ruangan.
Pilihan ini cocok bagi kamu yang senang mengoleksi benda
dari perjalanan, kerajinan tangan, atau barang dengan cerita pribadi. Foto,
lukisan, poster, dan suvenir juga bisa ditempatkan sebagai bagian dari
dekorasi.
Kuncinya ada pada komposisi. Warna yang terlalu banyak tanpa
pengikat visual dapat membuat ruangan tampak berantakan. Pilih satu atau dua
warna dominan, kemudian gunakan warna lain sebagai aksen.
7. Pilih Contemporary jika Kamu Mengikuti Perkembangan Desain tetapi Tetap Praktis
Contemporary cocok untuk kamu yang senang melihat rumah
dengan tampilan modern dan rapi. Bentuk furnitur cenderung sederhana, tetapi
ada ruang untuk material, warna, atau lampu yang sedang populer.
Kamu bisa menggunakan sofa berpotongan tegas, meja dengan
bentuk unik, lampu dekoratif, atau karya seni berukuran besar sebagai focal
point. Warna netral dapat menjadi dasar, kemudian tambahkan satu warna aksen
agar ruangan memiliki karakter.
Gaya ini juga memberi keleluasaan untuk mengganti beberapa
aksesori ketika selera berubah. Jadi, kamu tidak perlu mengganti seluruh isi
ruangan hanya karena ingin memperbarui tampilannya.
8. Sesuaikan Desain dengan Rutinitas Sehari-hari
Kepribadian memang penting, tetapi kebiasaan di rumah ikut
menentukan pilihan desain. Orang yang sering bekerja dari rumah membutuhkan
area kerja yang nyaman. Kamu yang sering memasak perlu memperhatikan posisi
dapur, tempat penyimpanan, dan sirkulasi saat bergerak.
Kalau sering menerima teman atau keluarga, ruang duduk bisa
dibuat lebih terbuka dengan tempat duduk tambahan. Untuk kamu yang lebih suka
menghabiskan waktu sendiri sambil membaca, sebuah kursi nyaman dan lampu baca
mungkin memiliki nilai lebih besar daripada dekorasi mahal.
Karena itu, gaya interior sebaiknya mengikuti cara kamu
menjalani hari. Rumah yang cantik tetapi menyulitkan aktivitas akan cepat
membuat penghuninya tidak nyaman.
9. Masukkan Barang Pribadi agar Rumah Punya Identitas
Rumah akan terasa lebih personal ketika ada benda yang
memang memiliki hubungan dengan pemiliknya. Foto keluarga, buku favorit,
koleksi keramik, lukisan, kamera lama, tanaman kesayangan, atau suvenir
perjalanan dapat ditempatkan di area yang sesuai.
Kamu juga bisa menggunakan furnitur warisan keluarga jika
kondisinya masih baik. Sebuah kursi lama, misalnya, dapat menjadi aksen menarik
setelah diperbaiki atau dipadukan dengan furnitur baru.
Elemen personal seperti ini membuat gaya interior tidak
berhenti pada pilihan desain dari katalog. Ruangan menjadi tempat yang
menampilkan kebiasaan dan cerita pemiliknya melalui benda-benda yang memang
digunakan atau disukai.
10. Jangan Memaksakan Satu Gaya untuk Seluruh Rumah
Kamu boleh menyukai minimalis untuk ruang tamu, Scandinavian
untuk kamar tidur, lalu memasukkan sedikit elemen industrial di area kerja.
Rumah tidak perlu mengikuti satu gaya secara kaku.
Agar tetap menyatu, gunakan beberapa elemen yang berulang.
Misalnya, pilih warna kayu yang serupa di beberapa ruangan, gunakan warna aksen
yang sama, atau pertahankan bentuk lampu dengan karakter yang senada.
Cara seperti ini memberi kebebasan untuk mengekspresikan
selera tanpa membuat setiap ruangan terasa seperti berasal dari rumah yang
berbeda. Gaya interior dapat berkembang mengikuti kebutuhan penghuni, selama
ada hubungan visual yang membuat keseluruhan rumah tetap nyaman dipandang.
Baca juga: 7 Cara Membuat Ruangan Sesuai dengan Kepribadian
Pilih Rumah yang Bisa Mengikuti Dirimu
Gaya interior yang sesuai dengan kepribadian tidak perlu
mengikuti tren secara penuh. Rumah yang nyaman adalah rumah yang pilihan
furnitur, warna, dan dekorasinya memang mendukung kehidupan pemiliknya setiap
hari.
Kalau kamu suka memperhatikan bagaimana sebuah ruang
dirancang, memilih furnitur, atau membayangkan seperti apa rasanya punya tempat
tinggal dengan karakter yang sesuai selera, mungkin kamu juga akan tertarik
melihat properti dari sisi yang lain. Melalui Goro, kamu bisa ikut berinvestasi
di properti di Bali dan mendapatkan passive income berupa imbal hasil dari sewa
properti. Rasanya seperti punya bagian dari vila sendiri di Bali, tetapi bisa
dimulai dengan investasi Rp10.000. Kalau tertarik melihat peluang propertinya
lebih lanjut, klik di sini.



Leave a Comment