Beli Rumah Baru atau Bekas? Ini Dia 3 Pro dan Kontranya



MYBIGPROPERTY.COM - Adakah yang sedang punya rencana membeli rumah dalam waktu dekat ini? Lalu apakah sedang bingung, antara mau membeli rumah baru atau yang bekas?

Membeli rumah itu memang bukan perkara mudah, ya? Secara rumah itu akan ditinggali dalam waktu lama bersama keluarga, maka harus ekstra hati-hati dalam memilihnya.

Ada banyak sekali pertimbangan yang harus dipikirkan, seperti model yang pas dengan keinginan, dan lingkungan yang sesuai harapan. Kadang ketemu dengan rumah baru yang desainnya menarik, tapi lingkungannya masih sepi. Di waktu lain ketemu dengan rumah lama yang lingkungannya asri, tapi rumahnya bergaya kuno.

Jadi bagaimana, ya, rumah baru atau bekas?

Yuk, kita simak dulu 3 pro dan kontranya mengenai rumah baru dan bekas berikut ini!


Pro Rumah Baru

  1. Desainnya jelas up to date, mengikuti perkembangan zaman dan lebih sesuai dengan kebutuhan orang zaman now yang maunya sederhana tapi tetap indah. Sekarang ini yang sedang “in” adalah model minimalis dengan sistem cluster, yang simple, rapi dan lingkungannya aman.
  2. Tidak hanya desain, rumah baru berarti semuanya baru. Instalasi perpipaan baru, penampung air baru, toilet baru, dapur baru, lantai baru, dan sebagainya.
  3. Biasanya perumahan baru punya fasilitas umum yang lebih lengkap dan dikelola secara profesional, seperti taman, rumah ibadah, sarana olah raga, dan lain-lain. Di perumahan dengan Pengembang besar bahkan menyediakan rumah sakit dan sekolahan di area kompleksnya.


Kontra Rumah Baru

  1. Namun demikian, rumah baru berarti juga pembebasan lahan baru yang harus diperiksa dengan teliti keadaannya. Selidiki dengan benar status lahan, jangan sampai terjadi sengketa. Selidiki juga letak daerahnya, jangan memilih yang sering dilanda banjir.
  2. Membeli rumah baru akan sedikit direpotkan dengan pembuatan akta tanah. Ada pengembang yang menjual kaveling sudah berikut dengan pembuatan akta, ada yang belum. Bagaimanapun, surat kepemilikan tanah itu memang harus diurus dengan hati-hati.
  3. Karena masih baru, biasanya belum punya banyak tetangga. Tapi tidak banyak orang bukan berarti sepi, karena pembangunan masih terus dilaksanakan. Jangan kesal kalau di setiap harinya akan terdengar ketokan palu dan jeritan gergaji lantai, ya!

Pro Rumah Bekas

  1. Berbeda jauh dengan rumah baru, desain rumah bekas kadang out of date. Namun jangan salah, bangunan lama itu cenderung lebih kokoh dibanding dengan bangunan baru. Spesifikasi bahannya yang berkualitas menjadi bukti. Rumah lama jarang sekali punya retak-retak di dinding, sedangkan banyak terjadi kasus rumah baru tapi dindingnya sudah banyak tambalan.
  2. Biasanya perumahan lama itu lingkungannya sudah asri, dengan tetangga yang akrab di sana-sini. Anda akan menyukai keramahan itu, dan bagi yang tidak suka bisa sekadar basa-basi saja. Yang jelas, semangat kekeluargaannya lebih kental dan mereka sangat bisa diandalkan.
  3. Masalah peraktaan sudah tidak terlalu merepotkan, karena sudah jadi dan tinggal balik nama. Ini jauh lebih mudah dan cepat ketimbang bikin yang baru.


Kontra Rumah Bekas

  1. Perinstalasian jelas sudah lama dan mungkin bobrok. Anda mungkin menemukan beberapa kebocoran atau mampat di beberapa tempat, jadi sediakan bujet khusus untuk perbaikan, ya!
  2. Desainnya yang model lama mungkin menjadi masalah buat sebagian orang. Rumah lama biasanya tidak bergaya minimalis, dan semua ruangannya bisa jadi tidak pas dengan selera zaman sekarang.
  3. Harus diperhatikan benar sejarahnya, jangan sampai membeli properti yang menjadi sengketa. Selidiki juga lingkungan sekitar, untuk mendapat alasan mengapa rumah itu dijual. Kalau karena banjir atau lingkungan tidak aman, segera tinggalkan.

Kalau dari segi harga, Anda pasti sudah tahu sendiri bahwa ada perbedaan yang cukup signifikan dalam membeli rumah baru dan lama. Tapi tidak perlu khawatir, karena ada banyak pihak yang bisa memberikan pinjaman, baik untuk yang baru atau lama.

Pilih di antara keduanya dengan bijak, ya. Selamat berburu rumah!

No comments

Powered by Blogger.